BANDA ACEH, 11 Mei 2026 – Kawasan pusat kota Banda Aceh kembali hidup dan penuh semangat pada Minggu pagi ini, saat kegiatan Car Free Day (CFD) rutin berlangsung dengan lebih meriah dan beragam. Ribuan warga dari berbagai kalangan usia memadati jalanan yang ditutup untuk kendaraan bermotor, menikmati udara segar serta rangkaian acara yang disiapkan khusus oleh Pemerintah Kota Banda Aceh bersama berbagai mitra dan komunitas lokal. CFD kali ini tidak hanya menjadi ruang berkumpul, tetapi juga wadah untuk olahraga, pendidikan, kesehatan, hingga dukungan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Kegiatan pagi itu dimulai dengan semangat tinggi melalui Senam Jantung Sehat yang dipandu langsung oleh tim dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Perwakilan Aceh. Ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, bergerak serentak mengikuti irama gerakan senam yang dirancang untuk menjaga kesehatan jantung dan kebugaran tubuh. Suasana semakin hangat dengan interaksi antara instruktur dan peserta, di mana YJI juga membagikan informasi singkat mengenai pola hidup sehat dan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.
Tak kalah menarik, panggung utama CFD menjadi pusat perhatian saat band-band berbakat muda Banda Aceh tampil menghibur penonton. Lagu-lagu populer maupun karya cipta sendiri dibawakan dengan penuh energi, membuat warga yang hadir ikut bernyanyi dan bertepuk tangan. Penampilan ini menjadi bukti nyata bahwa Banda Aceh memiliki banyak potensi seni dan musik muda yang luar biasa, yang terus didorong dan dikembangkan melalui ruang publik seperti CFD ini.

Kesehatan menjadi salah satu fokus utama kegiatan kali ini. Dompet Dhuafa Aceh menghadirkan layanan kesehatan gratis yang sangat diminati warga. Sebuah mobil pelayanan kesehatan keliling diparkir strategis, di mana tim medis memberikan pemeriksaan tekanan darah, cek kesehatan umum, konsultasi medis, serta penyuluhan kesehatan secara cuma-cuma. Antrean warga terlihat panjang, namun semua dilayani dengan ramah dan cepat, memberikan kemudahan akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, area khusus anak-anak menjadi sangat meriah dengan kegiatan Lomba Mewarnai dan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an (Tas’mi) yang diselenggarakan oleh Al Fityan School Aceh. Puluhan anak-anak duduk rapi di atas alas yang telah disiapkan, menggoreskan warna pada kertas gambar dengan penuh kreativitas, sementara yang lain berpartisipasi dalam lomba pembacaan ayat suci dengan lancar dan indah. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan motorik dan seni anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan dan budaya sejak usia dini.

Keunikan dan kehangatan juga terasa lewat Atraksi Komunitas Pencinta Hewan Cat Lovers Aceh. Para anggota komunitas hadir membawa kucing-kucing kesayangan mereka yang cantik dan terawat, mulai dari ras Persia, Anggora, hingga kucing lokal. Warga, terutama anak-anak, antusias mendekat, mengelus, dan berfoto bersama hewan peliharaan tersebut. Komunitas ini juga memberikan edukasi sederhana kepada warga mengenai cara merawat, memberi makan, dan menjaga kesehatan hewan peliharaan dengan benar.

Semangat literasi dan kegemaran membaca juga ditanamkan melalui kehadiran Perpustakaan Keliling (Pusling) dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh. Mobil pusling yang penuh dengan koleksi buku cerita, pengetahuan, hingga buku bacaan umum dibuka lebar untuk warga. Pengunjung bebas membaca di tempat atau sekadar melihat-lihat koleksi buku yang tersedia. Kehadiran pusling ini bertujuan untuk membiasakan warga, khususnya anak-anak, agar gemar membaca dan menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan utama.
Tak lengkap rasanya CFD tanpa kehadiran kuliner dan produk lokal. Sepanjang jalan kawasan acara, berjejer rapi lapak UMKM muda Kota Banda Aceh. Berbagai macam makanan dan minuman khas Aceh, camilan kekinian, hingga produk kerajinan tangan, aksesoris, dan barang pernak-pernik hasil karya anak muda dipajang dengan menarik. Warga sangat antusias mendukung usaha lokal ini, membeli berbagai barang dan makanan, sekaligus menjadi wadah promosi dan penjualan yang sangat membantu perkembangan ekonomi para pelaku usaha muda di kota ini.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh, Reza Kamilin didampingi Sabri TS, Kabid Pembudayaan Olahraga”menyampaikan bahwa CFD kini bukan sekadar kegiatan penutupan jalan, melainkan agenda rutin yang menjadi identitas kota, tempat warga berinteraksi, berkreasi, dan berbagi manfaat. “Kami ingin CFD menjadi ruang inklusif yang menampung segala potensi masyarakat, mulai dari seni, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif. Dukungan dari berbagai komunitas dan mitra membuat kegiatan ini semakin hidup dan bermanfaat bagi semua,” ujarnya.
Saat kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB, warga pulang dengan perasaan senang, tubuh yang segar, dan membawa berbagai kenangan serta manfaat dari rangkaian acara. CFD Banda Aceh kembali membuktikan diri sebagai ruang publik yang berharga, menyatukan warga dalam kebersamaan, kesehatan, dan kebanggaan akan potensi kota sendiri. Kegiatan ini akan terus berlanjut setiap Minggu pagi, dengan harapan semakin banyak warga yang berpartisipasi dan menikmati segala fasilitas dan acara yang disiapkan demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Banda Aceh.
(TS) Dispora Kota Banda Aceh