Banda Aceh – Minggu pagi, 17 Mei 2026, jalan Tgk Daud Beureueh sebagai jalan utama ibu kota provinsi Aceh berubah menjadi ruang hidup yang ceria dan penuh semangat. Gelaran Car Free Day (CFD) kembali digelar, menghadirkan suasana segar di tengah hiruk-pikuk kota yang biasanya padat kendaraan. Mulai pukul 06.30 hingga 10.30 WIB, warga dari berbagai kalangan memadati jalanan, berjalan santai, berolahraga, dan menikmati beragam kegiatan yang disiapkan panitia, menjadikan momen ini bukan sekadar bebas kendaraan, melainkan perayaan kebersamaan, kesehatan, dan budaya.

Semangat pagi langsung terasa membara saat ribuan warga berkumpul untuk mengikuti kegiatan Senam Jantung Sehat yang digagas bersama Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Perwakilan Aceh. Dengan irama musik yang bersemangat dan arahan instruktur yang lincah, peserta bergerak serentak, menjadikan jalanan terbuka sebagai lapangan olahraga raksasa. Kegiatan ini tak hanya mengajak bergerak aktif, tetapi juga menyuarakan pesan penting: menjaga kesehatan jantung adalah kunci kualitas hidup yang lebih baik, dan cara terbaik memulainya adalah dengan bergerak bersama.
Tak kalah penting, peringatan World Preeclampsia Day turut menjadi sorotan utama, berkat kolaborasi luar biasa antara AMSA-USK dan PROGI FK USK. Mengusung tema “Check, Know, and Share”, tim medis dan relawan hadir memberikan edukasi, pemeriksaan kesehatan dasar, serta penyuluhan kepada masyarakat, khususnya para ibu dan wanita, tentang bahaya serta pencegahan preeklamsia. Kehadiran ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran kesehatan reproduksi dan keamanan kehamilan, mengingat kondisi ini masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu diperhatikan secara serius.
Di tengah kemeriahan, nilai-nilai budaya dan norma kesopanan tetap menjadi perhatian utama. Panitia dan pemerintah kota secara tegas namun santun menyampaikan himbaun penting bagi seluruh pengunjung CFD untuk tetap mengutamakan kesopanan dalam berpakaian. Papan-papan pengingat dipasang di titik-titik strategis, mengingatkan bahwa keindahan kota tidak hanya terletak pada pemandangannya, tetapi juga pada etika dan penampilan warganya. Pesannya jelas: kebebasan beraktivitas berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat istiadat dan norma yang berlaku di Banda Aceh.

Momen istimewa lainnya adalah perayaan Gebyar Dekade Trans Koetaradja, yang menandai genap 10 tahun kehadiran layanan transportasi publik kebanggaan warga ini. Kendaraan biru ikonik itu tampil dengan dekorasi spesial, sementara tim pelayanan hadir langsung di lokasi untuk berinteraksi, mendengar masukan, dan memperkenalkan kembali kemudahan layanan yang telah menjadi tulang punggung mobilitas kota selama satu dekade. Ini adalah bukti nyata komitmen dalam melayani masyarakat dan mendukung kota yang ramah lingkungan serta mudah diakses semua kalangan.
Suasana semakin lengkap dengan hadirnya stan-stan dari UMKM Muda Kota Banda Aceh. Para pelaku usaha lokal menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari makanan ringan, kuliner tradisional, hingga kerajinan tangan. Yang istimewa, seluruh produk yang ditawarkan mengusung konsep sehat, bersih, higienis, dan bergizi. Kehadiran mereka bukan sekadar berdagang, melainkan wujud kiprah generasi muda dalam memajukan ekonomi lokal sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pola konsumsi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Tak ketinggalan, semangat literasi juga digaungkan keras bertepatan dengan peringatan Hari Baca Nasional dan Hari Buku Nasional. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh hadir dengan mobil perpustakaan keliling dan stan baca terbuka. Beragam buku tersedia untuk dibaca langsung maupun dipinjam, lengkap dengan kegiatan mendongeng dan sesi baca puisi. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan kembali minat baca serta memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, mengingat bahwa kota yang maju adalah kota yang warganya gemar membaca dan berpengetahuan luas.
Sebagai penutup kegiatan, CFD kali ini membuktikan bahwa ruang publik yang terbuka dan teratur mampu menjadi wadah harmoni—tempat di mana kesehatan, budaya, pelayanan publik, ekonomi kreatif, dan kecerdasan bertemu dalam satu perayaan indah. Banda Aceh kembali menunjukkan wajah terbaiknya: kota yang hidup, sehat, berbudaya, dan selalu berusaha berinovasi demi kesejahteraan warganya. Sampai jumpa di CDF Selanjutnya.
TS (Dispora Bna)
